Thank You 2012!

Disclaimer: Mengandung curhat maksimal dan panjang.

 2012

Our Body Our Soul

Setiap awal tahun, pasti dimulai dengan harapan baru atau melunaskan harapan-harapan yang masih menjadi hutang. Begitu halnya dengan 2012 kemarin yang (tentunya) memberikan begitu banyak pelajaran dan hikmah.

Saya mendapatkan kejutan dengan benjolan-benjolan yang sukses membuat saya panik. Setelah memeriksakan ke dokter, dokter bilang itu memang suspect tumor. Untuk mengetahui itu ganas atau jinak, perlu dilakukan monitoring. USG/Mammography/Mamae setiap 3 bulan. Waktu itu sempat bersedih-sedih, karena kepala penuh dengan pertanyaan. Gimana kalau ganas? Gimana kalau membesar? Kalau nanti jadi merepotkan keluarga? Gimana kalau benar ganas, emang ada yang mau menikahi saya? *mulai dramatis. Saya bersyukur sekali, saat ini mempunyai bos yang baik sekali. Beliau selalu menanyakan hasil pemeriksaan (padahal saya sungkan sekali menceritakan penyakit wanita ini kepada bos lelaki, tetapi beliau mempunyai anak seumuran saya, jadi saya pahami kekhawatirannya), menurut beliau kita memang harus rajin memeriksakan kesehatan, apalagi wanita. Dia mencontohkan istrinya yang rajin pap smear dan usg payudara. Lalu tercetuslah kata-kata ini dari mulutnya:

”Apapun itu, kamu harus hadapi. Jangan takut-takut periksa dan jadi nunda-nunda pemeriksaan. Kalaupun harus ada tindakan, ya lakukan aja. Kalaupun itu ganas, kamu harus ikhlas. Mungkin itu cara Tuhan menegur kita, lewat penyakit. Siapa tau kita lupa, kalau kita kurang memberi kepada sesama, kurang dekat dengan keluarga, kurang dekat dengan Tuhan, kurang perhatian sama badan kita waktu sehat. Jadi ditegur sedikit. Ga usah takut. Perbaiki cara hidup”

Keluar dari ruangan beliau saya kaya abis ditoyor/dikeplak aja gitu. Iya juga ya, kenapa musti takut? Lho, badan ini ’titipan’ dari Allah kok. Terserah si Empu Nya mau dibikin apa. Jadi kenapa musti takut? Tugas kita cuma menjalani. Jadi ya sekarang, saya lebih ikhlas, jalani rutin pemeriksaan sampai ketahuan hasilnya. Apapun hasilnya ya sudah bukan jadi ketakutan lagi. Tugas saya disini, menjaga makanan supaya penyakit-penyakit lain gak timbul. Mengurangi msg dan makanan yang mengandung pengawet. Bela-belain beli magicom supaya bisa bikin sup sendiri walaupun suka dikata-katain dengan ”ciee diet nih yee dieet..” tapi sebodo deh 🙂

 

Love Life

Lalu, impian menikah di 2012 pun kandas. Di 2013 pun (sampai saat ini) sepertinya belum bisa menuju kesana. Terpukul pasti. Sensi apalagi. Kalau ada yang bercanda nyinggung-nyinggung itu, pasti saya diem. Yang bagi orang lain lucu, bagi saya engga. Bagi orang lain guyon, bagi saya pathetic. Saya bertanya-tanya kenapa, kapan dan mengapa. Apa yang salah, apa yang kurang dan kenapa kita belum sampe-sampe sana juga. Kenapa kita ga kaya yang lain? Kenapa jalannya gak semulus yang lain? Dan kenapa-kenapa lainnya. Setelah membahas ini sama kokoh yang berdampak sehari gak masuk kantor *iye, dramatis amat sih idup nyaa hahahaha*  saya menghibur diri ke toko buku.  Langsung megang novel 4 biji. Tapi kemudian melewati bagian ’Best Seller’ dan mata tertuju kepada buku Dream Book nya Rangga Umara. Si pengusaha Pecel Lele Lela yang terkenal. Entah kenapa, yang 4 buku gak jadi saya beli, yang Dream Book saya beli. Buku itu ternyata membuat ”jdaarrr!!” banget bagi saya. Mungkin dengan cara itu Allah berkomunikasi dengan saya? Mungkin. Berasa dikasih pencerahan. Diantara sekian banyak kutipan buku itu yang ’mengetuk’ hati, ada yang saya pajang jadi pp bbm dengan bunyi seperti ini:

Bebaskan hati dari rasa ingin memiliki, semua hanya titipan, yang paling penting jadilah orang yang pantas untuk dititipi”.

Seakan-akan Allah menjawab pertanyaan dalam doa-doa saya. ”kamu ingin menikah? Tapi apakah kamu sudah pantas untuk menikah? Sudah pantaskah kamu saya titipkan seorang suami seumur hidupmu? Attitude kamu sudah benar? Sudahkah kamu memantasi diri? ”

Ujung-ujungnya memperbaiki diri *sigh. Tapi saya percaya, introspeksi diri itu akan selalu berguna. Intinya memperbaiki diri bukan menyalahkan diri atas ketidaksempurnaan kita atau pasangan. Entah akhirnya saya menikah sama pacar yang sekarang/engga, setidaknya saya jadi pribadi yang lebih baik. Kemudian saya dipaksakan untuk mengerti bahwa jalan orang memang berbeda-beda dan ada semiliyar juta jalan kehidupan. Kalau orang lain sebulan, enam bulan, setahun, dua tahun lalu menikah, tetapi jalan yang saya dapat berbeda. Tidak bisa seperti A,B, C atau si D. Dan belajar ikhlas memang bukan perkara mudah.  Ikhlas menerima bahwa diantara sekian banyak kesamaan, ternyata ada beberapa tujuan dan pemikiran kami yang berbeda. Setidaknya, saya bersykur, mempunyai ’catatan’ perjalanan kami. Disaat keraguan selalu ada akhir-akhir ini, kepada ’cerita-cerita’ itulah saya kembali tersenyum. Kepada apa yang telah kami alami dan lewati selama ini. Kepada harapan-harapan yang tetap bersemayam dan kepada doa yang tetap saya panjatkan. Lalu memasrahkan masa depan kepada Pencipta Semesta. Let’s hang on to what we’ve got.

 

Friendship

Saya punya teman kuliah yang lumayan dekat, karena akhir tahun kuliah kami sering bersama-sama. Biasanya, karena terlalu dekat, cara berantemnya pun kelewat hebat dan itu kejadian sama saya di tahun 2010. Atas suatu sebab, kami berantem sampe no-mention-an di twitter. Karena emosi, kami menjadi seperti abg. Padahal masalahnya sangat sangat sepele. Lantas kami pun memutus tali silahturahmi. Karena ego masing-masing. Selama dua tahun saya tidak pernah berkomunikasi. Mau lebaran kek, mau ada yang mention berjamaah di twitter, saya tetap tidak reply all, begitupun dengan dia. Terlebih, saya seorang ’singa’ yang lahir di bulan Juli dan (mungkin) terkenal gengsi-lebih-gede-daripada-tete 😀 . Saya tetep keukeuh kalo saya gak salah. Dia tetep keukeuh kalo dia pun gak salah. Sampai akhirnya suatu kehilangan terjadi setelah Lebaran. Adik ipar mama. Dengan proses yang begitu cepat karena di vonis leukimia jenis paling ganas, dalam hitungan minggu saja, beliau kembali ke Sang Pencipta. Begitu banyak cita-cita harapan keluarga kecil itu lenyap seketika. Saya merenung. Masih mending kalau Allah mengijinkan kita untuk sakit dahulu sebelum meninggalkan dunia. Masih ada kesempatan untuk bilang sayang sama orangtua dan kerabat dekat. Masih ada kesempatan untuk memohon ampun atas semua kekhilafan. Masih sempat untuk memeluk orang yang kita sayang dan menikmati masa-masa terakhir. Yang terpenting, masih sempat meminta maaf kepada orang tua atau mereka yang secara sengaja atau tidak sengaja tersakiti oleh perbuatan/perkataan kita.

Seminggu setelah Om gak ada, saya kirim email ke teman saya. Sebuah maaf. Entah siapa yang salah, yang jelas kami sudah saling menyakiti dan memutuskan silaturahmi. Entah siapa yang salah, yang jelas bila suatu saat saya diambil oleh yang Maha Punya, saya sudah minta maaf. Gak ada yang tau kan kapan kita akan ’kembali’ ? . Senang rasanya bisa membunuh ego dan gengsi yang kemudia melahirkan rasa lega luar biasa. Walaupun keadaan tidak akan pernah sama lagi, setidaknya kami sudah bermaaf-maafan.

 

Great Mom.

Di saat sedih masalah cinta-cintaan drama kemarin, pengen pas ada dirumah, bukan di kost. Saat itu Cuma bisa bbm-an sama mama. Dan nangis sejadi-jadinya sampe pagi. Waktu itu mama cuma bisa kirim-kirim doa via bbm dan berlanjut kirim imel panjang besok paginya. Di saat yang seharusnya saya yang lebih tabah, mama lebih tegar dan ikhlas. The ’mengharukan’ part was  ”semalam mama solat tahajud, doain buat demblon..” .Saya pernah baca di suatu artikel ”jika satu hari mata Ibu tertutup, maka putuslah sebuah doa yang tulus”. I love you mama. 2012 ini benar-benar membuat saya menyadari, betapa menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Sesedih dan seletih apapun, Ibu tetap berada di barisan paling depan untuk mendukung dan membela orang-orang yang ia cintai.

 

Jadi, demikian secuil cerita 2012 saya.

Let’s embrace every single day because nothing is worth more than this day. Happy new year!

Iklan

2 thoughts on “Thank You 2012!

  1. Huhuhuhuhu…ini kata2 juga pantes juga ditujukan buat gue mak * ikutan nangis

    Bebaskan hati dari rasa ingin memiliki, semua hanya titipan, yang paling penting jadilah orang yang pantas untuk dititipi”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s