Memories: Multiply

I’m Back!

I intended to close this blog actually, but…

Dulu, Blog utama saya adalah Multiply. Berawal dari masa-masa kegalauan maha dahsyat tahun 2006 yang saat itu ceritanya ditinggal pacar 😛 . Saya lupa, darimana saya tau social media bernama Multiply ini (sering disebut/disingkat dengan MP), yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk buat akun di MP di awal tahun 2006. Sebenernya sih, dari SD udah suka nulis diary (yang suka diintip-intip sama si mamah -_-) so i think, menulis di blog tidaklah sulit. Kebetulan, tahun 2006 itu, dunia per-bloggingan-an lagi booming. Setiap orang yang tadinya gak suka nulis, jadi suka dan punya blog sendiri. Menulis ngasal (curhat) tidaklah sulit, tapi bagi saya, yang sulit adalah ketika itu juga dibaca oleh khalayak umum, dimana biasanya nulis di diary yang terkunci rapat. Namun akhirnya menjadi terbiasa dan tetap menyaring mana yang harus dipublikasikan, mana yang tidak perlu orang tahu atau mana yang pantas buat iseng. Beberapa bulan setelah join MP, saya mulai suka menulis puisi-puisi mellow. Menurut saya, sungguh menyenangkan menuliskan sesuatu yang tersirat dengan perumpamaan 🙂 .

Seiring dengan postingan blog dengan frekuensi yang lumayan sering curhatnya, saya kenal dengan banyak orang-orang dari MP, yang sampai sekarang menjadi teman dekat. Ini sungguh aneh, dan baru sekali saya alami ya pas jaman MP itu. Jadi setiap saya posting tulisan, beberapa orang reply dan comment, kemudian kami jadi saling mengunjungi postingan teman-teman. Sering ngobrol dan bertukar pendapat. di MP pun terdapat banyak orang-orang yang pintar menulis, juga dari kalangan fotografer atau traveler dan masih banyak lagi komunitas yang berguna dan menambah ilmu. Karena keseringan kami ngobrol di MP (waktu itu, MP bagaikan facebook), kopdar-kopdar pun bermunculan. Beberapa diantaranya, pas ketemu langsung deket, mungkin karena ngobrol tiap hari kali ya..

Setahun dua tahun, MP pun lama-lama meredup pamornya, seiring munculnya facebook dan twitter. Semua penduduk MP berbondong-bondong hijrah ke FB/Twitter. Kegiatan login MP pun mulai jarang, kebanyakan asyik selingkuh dengan FB yang kian gemilang. Tapi, pertemanan nyata kami tidak berhenti dan meredup. Diantaranya malah menjadi teman dekat saya. Ada yang menemukan rejeki tambahan dari MP, ada yang menemukan jodohnya di MP (yang ini cukup banyak juga hihi), ada yang jadi sering traveling bareng, ada yang membuat komunitas khusus amal, dari sinilah HHP (Helping Hands Project) muncul.

Selain FB dan Twitter, makin banyak lagi yang bermunculan, sebut saja Tumblr, Posterous, Instagram, Path dan lain-lain yang mungkin saya tidak tahu. MP semakin tertinggal dan merubah dirinya menjadi penyedia jasa jualan online. Sayapun merasakan jadi males login MP, lah isinya jualan semua. Saya juga pemilik toko online si, tapi gak di MP. Sebagai yang tadinya bukan tempat jualan dan murni sebagai tempat sharing tulisan dan foto, MP jadi seperti tercemar polusi (bagi saya). Saya pun selingkuh ke Tumblr, Posterous dan beberapa akun jejaring lainnya. MP hanya kenangan. Meski beberapa kali saya masih suka login untuk posting kegalauan sekali-kali, foto jalan-jalan dan catatan perjalanan 😛

Kemudian hari itu pun tiba. Dimana MP mengumumkan bahwa akan menghapus fitus blog yang ada di akun MP dan murni akan mengembangkan MP menjadi situs E-commerce terbesar di Asia. Kami bengong. Kami = yang berjaya di masa MP. Kami = yang merasa MP memberikan manfaat dan kenangan yang begitu besar bagi kami. kami = aktivis MP. Kami = Laskar MP. Mungkin tulisan saya di MP hanya beberapa ratus saja, yang tentu saja bisa dipindahkan (import) kedalam blog lain. Tapi comment-comment teman-teman tentu saja tidak bisa dipindahkan. hiks! comment-comment caur, comment-comment nyampah, comment-comment saling belajar puisi, comment-comment yang MASIH BIKIN NGAKAK pas sekarang dibaca-baca lagi. Guys! masa jadi susah move on nih gara-gara comment doang 😀 syiittt!!

Tapi keputusan bisnis itu harus diterima. Saya memutuskan untuk mengimpor isi MP saya ke blog ini. Memang akan menjadi tulisan yang plain. Tapi, penting bagi saya untuk mengenang, bahwa dari galau saya jadi bisa buat puisi ngehek 😀 dan menye-menye . Sampai sekarang pun kalau baca-baca lagi, bingung sendiri, itu kok dulu bisa nulis begitu? terus kok sekarang susah nulis ala pujangga putus asa gitu? hihihi

So long dear MP, thank you for everything. Kamu mungkin tidak ada lagi, tapi peninggalanmu akan tetap ada.

Teman-teman baikku. 🙂

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s