Kepada Yth, Nona Peka


” Mungkin ya.. mungkin, kadar rasa peka dalam darahmu sudah terlalu banyak. Mending di ruwat atau di rukiyah aja, sebelum membawa bencana lebih besar. Mungkin, semua yang kamu pikir masalah bagi kamu, bagi sebagian orang bukan masalah sama sekali. Mungkin, yang kamu pikir sesuatu itu aneh, namun tidak demikian bagi orang lain. Mungkin, bukan mereka yang tidak punya atau kekurangan rasa peka, tetapi kamu yang mempunyai rasa peka berlebihan. Kamu ingat nona? Tuhan kita bilang, suatu yang berlebihan itu tidak baik. Jadi, kamu masih mau menyimpan rasa peka yang berlebih itu menimbun terus menerus hingga pekat dengan darahmu? Mungkin, rasa peka itu sudah waktunya digunakan sewajarnya saja. Sehingga, tidak ada lagi ratusan kata mengapa dan kenapa berlari-lari tak mau henti di kepalamu dan menyumbat aura positifmu di sana sini.

Dan mungkin, karena kamu terlalu peka, hingga kamu menjadi terlalu rapuh dan mudah pecah, semua orang pasti takut, membawamu kemana-mana.

Termasuk membawamu ke tempat yang ramai seperti ke undangan pernikahan temannya. Sekalipun dia itu pacarmu, dia pasti memilih lebih gampang pergi sendiri, tidak harus ada barang yang dijaga. Tidak repot dan tentunya tidak usah menahan malu jika kamu terihat cacat diseluk-seluk hati porselenmu.

Jadi, jadi itu semua adalah salahmu Nona.

Sekarang, kamu mau menjual atau membagikan rasa peka milikmu secara cuma-cuma kepada dia? Dia pasti butuh sedikit. Agar kalian seimbang.”

::Surat buat Nona Peka. Di tengah kertas-kertas yang menumpuk::

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s