Day 4 : Hanoi City – Susahnya Bahasa Inggris di Vietnam

Day 4 : Hanoi City – susahnya bahasa inggris di Vietnam

Baiklah. Janji tinggal janji. Janji menuliskan catper harus diteruskan, sesuai janji saya ;). Walaupun liburan ini telah lama lewat..

Day 4. saya berencana untuk city tour, yang sudah dibayar di hari pertama kita sampai di Hanoi. Karena kehilangan passport, jadilah saya cancel city tour tersebut, mengingat mencari kantor polisi, Indonesia embassy dan buat passport pengganti mendadak lebih menarik pada saat itu dibandingkan ikut city tour. Karena, kalau tidak dapat paspor pengganti saat itu juga (dimana dijadwalkan harus terbang ke Singapore malam hari nya), saja tidak akan bisa pulang. Ya, jangankan pulang, terbang ke Singapore saja mungkin tidak akan bisa.

Ho Chi Minh Museloum

Dan, disinilah awal petualangan saya di Hanoi. Dengan berbekal nol bahasa Vietnam, dan bahasa inggris lumayan (standar diri saya sendiri), berkeliling lah mencari Indonesia Embassy dengan berjalan kaki, alamat sudah ada di kertas hasil dari mbah google. Saya memutuskan untuk berjalan kaki, dan nanya ke penduduk setempat dengan bahasa tubuh. Disini, meteran kesabaran saya masih normal. Tidak pernah rasanya saya ingin sekalii melihat bendera merah putih seperti pada saat itu. Dan disaat akhirnya kita menemukan Indonesia embassy, sungguuuhh muka saya sumringah seperti dapet bonus akhir tahun.. (walaupun ternyata si Merah Putih gak dikibarin)

Disitu, kita dibantu oleh Bpk. Budi, waktu itu beliau akan Bantu tetapi kita akan dibantu setelah dapet surat dari kepolisian setempat. Maka, terpaksalah kita keluar dari embassy untuk cari kantor polisi..

Nah, jadilah saya menyebut hanoi adalah hutan rimba, bagaimana tidak, hampir nangis rasanya nyari kantor polisi di Vietnam. Saya tanya “do you know where the police office?” . mereka menggeleng. Malah ya, jangankan menggeleng, jauh dari kita aba2 mau tanya, mereka langsung nggeleng-geleng sambil tangannya dadah2 (maksudnya gak tau).. haduuh.. coba kalo di Indonesia, orang bule bilang ‘police’ ke tukang minta2, pasti pada tau kan yaaa??

Akhirnya, karena udh kecapean, kita memperpendek pertanyaan, dari “do you know where the police office?”, menjadi “police office?” lalu “police??POLIS?!!” sampai ke ‘peragaan tangan menembak’ saking udah gak tau harus dimana lagi..

Dan bener aja, akhirnya sampailah kita pada sebuah kantor polisi. Polisi disana sungguh gak ada serem2nya. Cenderung kurus banget, muka senyum dan manggut2.. sampe di kantor polisi pertama, saya ngomong dengan bahasa inggris, kalo kita keilangan passport (ya tentu saja dengan didukung meragain passport kelempar, beneran udh kaya orang setengah gila). Dan, yang bikin saya jadi gila, si polisi terus aja menjawab dengan bahas Vietnam dan menuliskan alamat di kertas. Saya yakin, bahwa maksudnya adalah, tempat ini bukan untuk kehilangan passport, dan saya harus menuju tempat yang dituliskan tersebut..

Dengan sikap optimis, mental lelah, dan pikiran setengah gila tersebut, saya mencari pos polisi kedua, bolak balik jalan kaki (dengan pertimbangan menghemat uang), napas ngos-ngosan, city tour yang gagal ini, jadi kaya city tour beneran.. krn kita nemuin beberapa tempat yang tadinya mau kita kunjungin di city tour.. see, selalu ada sisi positif di setiap musibah :). Tapiii.. ternyata gak ketemu juga tu kantor polisi II,I don’t care a city tour, i.. waaannt.. police.. Office soon!! tapi malah alamat persis yang ada dikertas (tulisan si polisi tsb) adalah toko baju, akhirnya balikah kita ke tpt polisi pertama..

kantor polisi yg jual buah2an

Trus, kita disambut dengan muka senyumnya.. dia sambil bilang ‘sorry..’ sambil senyum, terus nulisin lagi alamat baru. Ternyata SALAH NULIS ALAMAT!!!

Capee deeeeh… betis udah kemeng2 rasanya >_< . dan lebih parahnya lagi, ternyata alamat baru tersebut, pas udah ketemu, adalah pos polisi yang nyempil, yang dari tadi udah kita lewatin beberapa kali, tapi tak nampak spt kantor polisi, karena jualan buah2an!!! Oh Vietnam…. (biasanya yg inggrisnya lumayan adalah orang2 travel, meskipun pelafalannya tetep aneh)

Buru2 isi form, dan balik ke embassy, saya sampai hapal alamat embassy tanpa liat kertas lagi, dan untuk dua hari ke depan, saya masih tertahan di Hanoi, karena di tolak maskapai Tiger dengan passport sementara tersebut.. (yang harusnya kita tetep bisa terbang ke Singapore)

Karena extend dengan tidak sengaja, saya sedikit hapal kota Hanoi yang kecil .. karena berkali-kali bolak balik jalan kaki. Akhrinya kita city tour sendiri by Taxi (yang kalo sial, dpt taxi yang argo kuda). Akhirnya hari ke-6 bisa terbang juga ke Singapore..

Dan di Singapore, yang aturan saya have fun (karena dapat jatah seharian di Singapore sblm balik ke Jakarta dgn flight malam), ini udh kehabisan tenaga banget.. jadi numpang jumpa dengan Si merlion, Little India, Orchard, Esplanade, Clack Quay & Boat Quay aja.. itu juga dengan terbeler2 memberikan pose terbaik di Merlion ;P .

Aaaah, entah mengapaa liburan kali ini, walaupun sangat2 berkesan tapi ingin sekali tiba dengan cepat di Bandara Soekarno Hatta! Indonesiaa.. I’m Coming!!

Summary Info:

Hostel: Democracy hostel (around USD18)

Hanoi City Tour: USD21/person

Trave tour recommended: http://www.sinhcafevn.com/

Taxi Recommended: Than Binh Taxi (yang lainnya, ati2 argo singa banget)

Over all, I’m planning to visit vietnam again, maybe for Sapa or Mui Ne ;).

Yg butuh info lbh lanjut bisa japri saya ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s