Happy Birthday Dad…

Hari ini aku mencium lagi tangan berbau asin sebelum ke kantor. Dia mengatakan sesuatu dengan nada tingggi sebelum aku pergi. “Cuti sehari dua hari supaya selesai!”. Orang yang tak tahu, akan mengira dia sedang marah-marah. Padahal, begitulah caranya berbicara. Setiap lima menit, dia akan mengulang kata-kata yang sama untuk meyakinkan bahwa kita mengerti. Kadang, kami suka menertawakan hal itu ‘seperti radio rusak’ kata tangan berbau terasi. Ketika berbicara apapun dia terlihat sangat antusias dan meledak-ledak seperti orang jualan di lapak kaki lima, seperti dia yakin bahwa dia pasti benar. Layaknya Hakim di persidangan, dan kami ini hanyalah tersangka-tersangka yang harus manggut-manggut saja agar dia tak terus berbicara hal yang sama. Tetapi dialah orang yang disegani di situ. Satu hentakkan kaki saja, kami semua ngibrit mengambil wudhu. Satu teriakan kata saja, kami cepat mematikan tv saat adzan maghrib berlangsung.


Ya, begitulah dia yang tangannya menurut saya berbau asin saat pagi hari. Begitu religi dan begitu tradisional. Begitu antusias dan optimis. Aku berharap, kata-kata berisiknya terus dapat terus mengiringi pagi kami. Aku ingin dia terus sehat agar tetap terus membuat rumah seperti pasar pagi dan memeriahkan malam seperti pasar malam. Hingga kami berikan dia manusia-manusia mungil nanti.


Happy birthday pa..

and We Love you surely..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s