Satu Ciuman Dari Hujan

Langit masih saja menjerit

menangis deras air matanya seperti enggan untuk habis

langit hitam masih mencekam bermuram

Awan sembunyikan mentari mega

Lukisan alam, sang cakrawala langit mendung masih saja bergelantung

Mengirimkan pesan dari sana

Tentang letihnya selama ini akan bumi yang dahaga

Kehausan di tengah kemarau, dan tanah yang berpuasa dari air mengalir

Bumi yang merindukan rintik hujan yang deras dalam ribu tetesan

Rumput dalam bentangan yang merindukan pelukan hujan

dan Hujan pun datang.

Terus memberi tanpa henti

Bumi bersorak riang melihat awan-awan berarak dengan gemilang

Ilalang menikmati setiap belaiannya, membasahi segala tubuh hingga akarnya

Ratusan pijakan air pada tanah seakan lepaskan haus yang membahana

Akhirnya, dalam deras langit menangis,

alam menyambut satu ciuman dari hujan.

::ketika deras hujan malam. 11.30pm::

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s