Kala Kita Bukan Lagi Kita


Ketika nalar kita tak lagi bertemu

Ketika jiwa tak lagi satu

Ketika makna tawa kita tak lagi sama

Ketika hati mulai menjauhi tempurung kita

Ketika air mata kita tak lagi berbagi

Ketika arti kata tak lagi sama kini

Ketika genggaman kita meregang lelah

Ketika tak dapat lagi bertahan dalam bongkahan resah

Ketika kita bukan lagi kita

Dan ketika rasa tak lagi sama

Aku tetap bersyukur,

Bahwa dahulu aku dan kamu adalah kita

::berjalan perlahan meninggalkan lingkaran yang nantinya membekukan::

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s