(Jangan) Takut Memilih


Jingga bercampur biru
Dengan indahnya akan menjadi ungu
Atau , jika Jingga berbaur dengan kuning ceria
Tetap berpendar indah warna geloranya


Jadi Jingga, yang mana pilihanmu?


Lagi-lagi tentang memilih dan pilihan. Tenang, Nona tak pernah keberatan. Nona telah cukup arif menghadapi badai yang telah lalu dan hujan lebat di depan jalan. Bukan Nona hiraukan suara sumbang. Atau suara penunjuk jalan yang semakin lincah riang berkumandang. Tapi Nona percaya hati nurani. Yang senantiasa berbicara membisiki hati. Akan siapa yang benar dan siapa yang salah saat ini atau nanti. Nona tak pernah hiraukan nurani.

Nona tak pernah takut salah jalan. Atau terlalu tersesat di persimpangan. Nona tahu ia punya Tuhan. Tuhan yang selalu ada dimana Nona menapaki jalan. Dan memberikan hidup pelajaran. Pun warna-warna yang telah Ia ciptakan. Nona dan Jingga adalah wujud warna-warna yang Ia ciptakan. Yang sedang memilih jalan untuk menempuh ke depan. Menembus bayang-bayang rintangan. Mencari-cari makna hidup dan kedamaian.


Pilihlah warna yang paling indah untukmu berbaur, Jingga.
Dan Tetaplah lihat dan pandang dunia dengan indah, Nona.


::untuk Nona dan Jingga::

Jakarta, 28th June ’07. mencoba mencerna dengan nurani.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s