Titik Balik


Suatu saat nanti kita akan sampai pada sebuah titik di mana kebahagiaan untuk diri kita sendiri menjadi tidak begitu penting lagi. Tetapi kebahagiaan untuk orang yang kita sayangilah yang paling penting. Dimana kita merelakan saat-saat itu untuk orang lain. Di mana kehilangan rasa bahagia itu kita tukar dengan rasa kebahagiaan orang lain. Di mana rasa nyaman menjadi mati rasa. Tawa dan tangis menjadi satu rasa.

Terdengar sangat cliche.
Dan, orang tua saya adalah bukti dari itu semua.

Rasa ini yang baru benarbenar tulus. “Happiness depends upon ourselves.” – Aristotle

::terinspirasi, setelah membaca ulang Supernova – Dee::

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s