AyuKiJr

Ojo Mellow

Yah. Tapi Mellow.

Sebelum nulis masih suka bertanya-tanya sih. Kenapa sekalinya nulis blog lagi malah blog curhat mele. Blog traveling terbengkalai mati suri. Malah blog traveling blom diperpanjang domainnya. Hahaha. Maintaining itu memang lebih susah ya, niatnya doang kenceng, pas beli domain , eh meni ribet meintenancenya -_-

Jadi, waktu aku memutuskan langsung program hamil, ternyata kebantu banget sama blog bunda-bunda yang lagi promil juga. Dari mulai rekomendasi dokter, step-step pemeriksaan, bahkan harganya. Kadang, saya ngembeng berkaca-kaca, melihat perjuangan wanita-wanita yang lagi berusaha punya anak. Ada yang kerjaannya bolak balik RS, suntik sana suntik sini, minum pil hormon ini-itu, oprasi ini-itu, kadang udah keluar puluhan juta untuk bayi tabung, tapi gagal. Kadang aku tersenyum melihat perjuangan mereka melalui jalan yang panjang, sampai akhirnya dikaruniai anak sama Allah walau harus menunggu beberapa tahun. Kadang, aku merinding, membaca kisah mereka yang akhirnya menerima dengan ikhlas dan hidup bahagia, meski belum dikaruniai buah hati.

Dari situ aku memutuskan, ya udah deh aku mau sharing juga, siapa tau juga ada yang baca dengan kasus yang sama. Siapa tau ada nanti di tengah jalan bisa saling kasih support.

Tapi ternyata, sekarang pas mau sharing, udah mellow duluan :/

 

First time

Hari kedua mens, aku datang ke BIC Morula Menteng. Sengaja datang sendiri, gak sama suami, karena isin kalau suami liat aku pas cek-cek gitu heuheu. Padahal pas sampe ruang dokter, juga ditanya “suaminya mana?”. Ternyata memang sudah hampir defaultnya ya, cek kandungan tuh ditemani suami. Kenapa cek pas hari kedua mens? disuruhnya sih begitu. Kalo dipikir-pikir, ya nightmare ya lagi bleeding terus dilakukan transvaginal USG alias harus dimasukin benda asing T_T. O’o … namun ternyata itu belum seberapa. Baru awal permulaan. Oh iya, aku pertama kali ini memutuskan untuk ke Dr.Irham Suhaemi di BIC Morula Menteng. Selagi USG TransV, kita bisa liat di layar keadaan di dalam perut kita. So far kata Dr. Irham, gak ada apa-apa gak ada kista atau miom, juga tidak ada endometriosis. Dokter saranin untuk cek saluran tuba falopi apakah ada yang tersumbat atau engga, supaya gak mengganggu jalan sperma masuk. Aku diminta cek HSG di hari ke 10 mens (pas sudah bersih). pulang dari sini, hati tenang, terus update ke suami hasil periksanya.

Biaya Kontrol include Transvaginal USG IDR650.000

 

Cek HSG

Sesuai arahan, aku datang lagi di hari ke-10 mens. Untuk Cek HSG bukan di BIC Morula tapi di RS Bunda Menteng yang baru. 1 jam sebelum cek, suster ngasih arahan kalau harus minum pain killer, semacam ponstan. Karena, katanya kalau ada penyumbatan, akan sakit perutnya. Lalu, disarankan juga sudah sarapan yah. Sebelum pemeriksaan, suster-suster menjelaskan dari prosedur hingga biayanya. Ngeri-ngeri sedap ya. Karena Miss V akan dimasukkan alat yang akrab dipanggil cocor bebek sama kateter, lalu disemprotkan cairan supaya keadaan tuba falopi bisa terbaca. Detik-detik masukin kateter itu.. ya rabb.. ini baru kateter doang ya, belum melahirkan T_T. Terus bener juga, pas cairan masuk, perut muless banget kaya mens hari pertama, sambil mules disuruh relax (yang mana sangat kontradiksi ya hahaha. plis suster.. ) dan ngeliat ke layar. Dokter radiologi bilang, alhamdulillah ga ada penyumbatan ya di saluran tuba falopi, alhamdulillah bagus salurannya. surprisingly, proses HSG ini gak lebih dari 10 menit. Jadi mules-mules di awal itu cuma sebentar banget, gak sampai 5 menit ^ ,^ .

Suster bilang, setelah HSG biasanya akan flek-flek, max 3 hari. Terus kalau masih sakit perutnya setelah pemeriksaan, dibolehkan minum painkiller selama beberapa hari juga atau minta resep dokter saat itu. Aku pilih, ponstan aja cukup. Hasil HSG sudah jadi 1 jam kemudian, bisa langsung di bawa pulang untuk kita bawa kontrol.

Biaya cek HSG ini IDR1.499.000 dengan kateter biasa. Kalau dengan kateter khusus 2jtan (lupa berapanya).

Setelah HSG, alhamdulillah aku flek cuma sampai 12 jam dan tidak ada mules-mules lagi.

Kontrol Ketiga

Pada waktu kontrol pertama, dokter irham minta aku balik lagi di hari ketiga belas juga sesudah cek HSG dan analisa sperma. Tapi, analisa sperma belum sempat. Lebih tepatnya, kita berdua masih sungkan 😀 . Jadi hari 13 aku balik lagi. Kali ini minta ditemenin suami, biar suami juga dengar penjelasan dari dokter. Oh iya, hari ke 13 ini katanya masa subur yaa. Waktu kontrol, ternyata di TransV USG lagi.. untuk dilihat kondisi rahim. Ternyata, ditemukan miom yang menekan rahim atau polip. Waktu Dokter bilang demikian, aku masih santai, mungkin karena nama miom atau kista sudah gak asing lagi. Aku tanya, miom obatnya apa? Dokter bilang, kalau gini-gini hanya operasi obatnya, sambil santai sama senyum-senyum aja. Mungkin bagi Pak Dokter ini kasus yang kesekian ratus, jadi keliahatan santai banget. Anehnya, dia blm merekomendasi untuk operasi. Diminta untuk dibawa dulu analisa spermanya.

Biaya Kontrol masih sama dengan kontrol pertama ya IDR650.000

 

Setelah dari kontrol, di jalan aku baru bengong. Setelah browsing-browsing apa itu miom. Langsung murung. Ada banyaak banget kisah wanita yang bisa hamil dengan miom. Atau bisa hamil setelah miom diangkat. Atau malah terpaksa rahimnya diangkat dengan miom.

. . . . . . . . .

 

Duh sedih sekali bacanya.

Aku langsung rayu-rayu suami, mau operasi angkat miom aja. Tapi suami bilang jangan buru-buru. Kita jaga dulu makanan sebulan ini, sambil jalanin analisa sperma. Sedih ya. Ternyata Allah memutuskan jalan yang penuh lika liku buat aku. Nothing comes easy. Kadang suka kepikiran, why can’t i be like any others people yang jalannya lurus aja. Habis kuliah, nikah. Nikah langsung punya anak. Abis punya anak, lulus S2. Kerjaan karyawan permanen. Gitu aja lurus.

Tapi, dosa banget kalau aku sampai mempertanyakan jalan yang sudah Allah berikan ya. Toh, di dalam jalan yang lika-liku, aku juga dapat banyak kebahagiaan.

Sekarang lagi mengikuti ceramah suami. Kalau kita harus selalu punya pikiran yang positif. Supaya hasilnya positif. Termasuk berbaik sangka sama Allah dan percaya Allah punya rencana yang terbaik.

Iklan
Uncategorized

First Time

Holaha..

Don’t know why i decided to share some ‘stuff’ here (again), after all.. i know it’s going to be an emotional -yet fun, journey for me.

Jadi keselnya, sebenernya tuh udah share lumayan rutin di tumblr tentang persiapan wedding kemarin. Eh, ya kenapa tetiba tumblr dibanned sama pemerintah. Jadilah tulisan ‘sampah’ ku menyebar sana-sini. Mana blog travel juga beda lagi hahah.. rajin di’isi’ juga engga padahal T_T

Jadi, setelah ribuan purnama merasakan pertanyaan “KAPAN NIKAH” akhirnya, aku lulus ujian yang ditandai dengan pernikahan. Huft. Berat yah tinggal di dunia belahan timur. Setelah pertanyaan KAPAN NIKAH udah bisa dijawab, sekarang memasuki episode:

KAPAN ISI?

Eh, I kid you not, belom aja genap sebulan dari tanggal nikah, udah ada yang nanya di pertemuan keluarga “udah telat belom?”. EEDOODOE APOSE KOKONDAO. Kalo telat masuk kantor sih setiap hari -_- . Duh, belom2 lelah hayati. Apakah.. Apakah.. *zoom zoom muka* bu-ibu tidak tau bahwasannya saya nih udah 35 saat menikah, yang artinya bu.. tak semudah lah aku nih hamilnya layaknya perempuan yang masi muda belia. *sigh. Trus, aku tu suka mikir, temen-temen yang nikahnya umur 26an aja ada yang setahun blm isi, ada yang baru dikasih baby 2 tahun kemudian, apalagi aku nii yang sel-sel telurnya syudah limited edition.

Makanya, kayanya i need to update perjalanan yang (sepertinya) akan penuh emosyenel layaknya perjalanan menuju KUA kemarin.

Jadi, setelah 3 bulan menikah, aku dan suami memutuskan untuk langsung program hamil aja, mengingat umur kami yang semakin jompo ini yang kadang ditandai oleh lagi nonton DVD tiba-tiba tidur berjamaah dan akhirnya kita yang ditonton DVD. Aku hanya menunda sebulan setengah, itu juga karena inget pindahan dari kosan ke apartemen yang kayanya tak mungkin dilakukan jika aku hamidun.

Hari ini, aku putuskan ke dokter kandungan di BIC Menteng. Dari beberapa review yang aku baca, katanya ada beberapa dokter di situ yang bagus dan aku pilih Dr. Irham Suhaemi di BIC Menteng ini. Aku belum memutuskan sih ingin pakai program apa, kayanya hari ini mau cek dulu apakah ada masalah sama rahim dan lain-lain yang sekiranya akan menimbulkan kesulitan memiliki keturunan.

Selama ini, haid aku lancar dan selalu tepat prediksinya. Sakit perut kadang-kadang iya, kadang-kadang engga. Tapi, perut aku nih buncit pisan. Kata temen, ada yang bilang pernah disuruh ngurusin badan sama dokter, karena sel telurnya ketutup lemak.

…..

Nah, ku jadi semakin khawatir, kalau iya benar seperti itu, waw.. kasian sekali sel telur aku ni, karena empunya perut tak menjaga perutnya sampe punya ukuran yang sering mengakibatkan empunyanya dikasih duduk kalau lagi di busway T_T. Selain itu, yang aku takutin lagi, kalau ada kista dan miom atau dan lain-lain yang bisa menimbulkan masalah.

So yeah, today is the day. Pertama kali membabat habis ketakutan dan memaksakan diri ke dokter kandungan. Berkali-kali menarik napas berat penuh rasa was-was. Semoga, hasilnya tak ada yang mengkhawatirkan.

Semoga.

Uncategorized

Tentang Adaptasi di Kantor Baru

Wohoo! Semenjak pindah kerja, jadi semakin gak sempet nulis. Jangankan nulis curhit, nulis catper yang sebenernya udah tinggal menuangkan dari ingatan aja, malesss nya minta ampun. Ada apa gerangan? Yak, tak lain dan tak bukan adalah karena pindah kerjaan dan yang paling susah itu tentu saja adalah Adaptasi.
 
Adaptasi pertama adalah rute kantor yang ajiiipp alamakjang. Bagi saya yang gak punya kendaraan sendiri, rute kantor baru yang letaknya di tb simatupang itu, sungguh aduhai sekali bikin cape. Berangkat jam 05.30 pagi dan mungkin masih ada ceplakan bantal di muka. Lalu jalan kaki menuju halte TransJ, kemudian disambung angkot 1-2 kali. Atau kalau mau sekali, kudu nyebrang jembatan. Rute pulangpun demikian adanya, naik angkot dua kali dari depan kantor, sambung TransJ dan jalan kaki menuju kost. Hadudududu.. olah raga ya mbaknya..  ya kira-kira sejam baru sampai kantor (kalau pagi).  Nah kalau dari Bekasi apalagi, saya belum tau harus naik apa selain taksi. Apakah saya mengeluh? Insya allah tidak. Saya lebih mengakui “belum terbiasa” saja :).
 
Adaptasi berikutnya adalah jam kantor. Kantor baru masuk jam 7 pulang jam 4. Sudah nambah jauh, masuknya nambah pagi pula! Sementara pulang jam 4 pun gak ngaruh, karena masih anak baru, mau pulang tenggo kok kayanya nyali ini cuma seupil. Jadi setelah bedug maghrib lah baru pulang, sampe di central Jakarta nyawa udah ¼, kesisa buat mandi dan bersih-bersih lalu molor. Ini bukan manjaa tapi belum terbiasa, mwahahahah
 
Selanjutnya ini, yang paling ajip. Adalah budaya kantornya. Kantor lama Joint venture BUMN dan Korea. Ya tau dong gimana kerja ama orang korea? Beberapa hal di kantor lama, sungguh gak penting diterapkan dan diperhatikan oleh BOD khususnya Presiden Direktur. Misal, telat semenit aja, masuk ke laporan meeting mingguan manajemen. Hadeuuh.. kantor apeu pabrik sih om? Jadilah saya dan teman-teman yang suka dateng mefet-mefet, suka lari-lari ala lempar jumrah di depan lift demi bisa nempelin jempol tepat waktu . Saking seringnya lari-lari supaya gak telat, beberapa karyawan kafe yangletaknya ada di sekitar/ dekat lift suka ngomong : “tumben mba gak lari-lari” , kalau saya pas gak telat.
Gimana di kantor baru? Masuk jam 7, tapi mau telat juga terserah-anda-udah-pada-gede-ini. Jadi kadang jam setengah 8 baru sampe, yang penting deadline selesai. Belum lagi budaya “santai” ala bumn. Setengah 8 dateng, kerja, setengah 9 sampe jam 9 sarapan, jam 11.20 udah pada kosong makan siang, jam 1 balik kerja, jam 4 pulang dan langsung sepi. Tersisa beberapa staff dan bos-bos di jam 5 sore. Di sela-sela nya, suka ada makan-makan di kantor kalau ada yang ultah, atau mau ngobrol rumpi juga pun bebasss. Di kantor lama? Ya inang.. ketawa gede-gede itu hanya boleh pas jam makan siang. Jangankan kita yang staf, manajemen BUMN nya pun setereess pisan dengan manajemen korea nya yang suka buat peraturan aneh-aneh.
Lalu kerjaan. Kalau dulu ikut meeting paling seminggu sekali atau seminggu 3 kali udah paling banyak. Sekarang? Sehari 3 kali. Kepala sampai ngebul ngedengerin pada berantem seharian sama kontraktor dari India atau bule-bule. Belum lagi drama rebutan, “saya-harus-ikut-meeting-yang-mana-???-ini-pada-bentrok-jadwalnya” .Kadang jam 3 sore baru bisa megang kerjaan dan baca email kerjaan, lalu baru mulai kerja jam 3 sore. Huhuuhu.. Mungkin sebulan kedepan, saya tau penyebabnya kalau pas saya berargumen, tiba-tiba kepala godek-godek dengan sendirinya.. .Belum lagi, harus nyicil belajar kontrak yang satu project tebelnya: 650an halaman. Jreng! Saya nanganin berapa project ya? *belom ngitungin. Mamaaaa…!

Kemudian yang cukup buat saya senewen: Pakaian Kantor. Di kantor lama, ada beberapa temen yang setipe suka dandan lengkap dengan baju ciamik nan lebay plus macam-macam accessories dan heels. Dan saya pun sudah seabad gak pernah pakai celana panjang ke kantor, kecuali jeans di hari jumat. Semenjak paha saya yang semakin kaya lontong dan lemper babon, semenjak itu pula saya gak pernah beli lagi celana bahan. Jadilah koleksi baju kantor saya ya seputaran, bermacam-macam rok A line dan rok lain, dress, dan beragam outwear. Di kantor baru? Allahuakbar! Ini cewenya pada jenggo-jenggo nian! Pakaian kantor saya jadi seperti wanita mau kondangan, paling eye catching di tengah-tengah cewek tomboy di Project Dept. Hari pertama pulang dari kantor, saya menatap aksesoris-aksesoris saya.. oh oh.. kamu dipensiunkan dulu yaa 😥 . Di beberapa hari kemudian (karena belum punya celana panjang), senior cewek berjilbab bilang “kamu pakai rok jangan kependekan” . hiks.. jadi berasa jaman jahiliyah smp, ditegor senior gara-gara rok. Padahal rok kantor saya paling pendek sedengkul T_T .
 
Ya demikian sekelumit kisah kerja di tempat baru setelah 3 tahun. Will I survive? 😀
 
Nantikan kisah-kisah selanjutnya! *gonjreng gitar*

Uncategorized

Thank You 2012!

Disclaimer: Mengandung curhat maksimal dan panjang.

 2012

Our Body Our Soul

Setiap awal tahun, pasti dimulai dengan harapan baru atau melunaskan harapan-harapan yang masih menjadi hutang. Begitu halnya dengan 2012 kemarin yang (tentunya) memberikan begitu banyak pelajaran dan hikmah.

Saya mendapatkan kejutan dengan benjolan-benjolan yang sukses membuat saya panik. Setelah memeriksakan ke dokter, dokter bilang itu memang suspect tumor. Untuk mengetahui itu ganas atau jinak, perlu dilakukan monitoring. USG/Mammography/Mamae setiap 3 bulan. Waktu itu sempat bersedih-sedih, karena kepala penuh dengan pertanyaan. Gimana kalau ganas? Gimana kalau membesar? Kalau nanti jadi merepotkan keluarga? Gimana kalau benar ganas, emang ada yang mau menikahi saya? *mulai dramatis. Saya bersyukur sekali, saat ini mempunyai bos yang baik sekali. Beliau selalu menanyakan hasil pemeriksaan (padahal saya sungkan sekali menceritakan penyakit wanita ini kepada bos lelaki, tetapi beliau mempunyai anak seumuran saya, jadi saya pahami kekhawatirannya), menurut beliau kita memang harus rajin memeriksakan kesehatan, apalagi wanita. Dia mencontohkan istrinya yang rajin pap smear dan usg payudara. Lalu tercetuslah kata-kata ini dari mulutnya:

”Apapun itu, kamu harus hadapi. Jangan takut-takut periksa dan jadi nunda-nunda pemeriksaan. Kalaupun harus ada tindakan, ya lakukan aja. Kalaupun itu ganas, kamu harus ikhlas. Mungkin itu cara Tuhan menegur kita, lewat penyakit. Siapa tau kita lupa, kalau kita kurang memberi kepada sesama, kurang dekat dengan keluarga, kurang dekat dengan Tuhan, kurang perhatian sama badan kita waktu sehat. Jadi ditegur sedikit. Ga usah takut. Perbaiki cara hidup”

Keluar dari ruangan beliau saya kaya abis ditoyor/dikeplak aja gitu. Iya juga ya, kenapa musti takut? Lho, badan ini ’titipan’ dari Allah kok. Terserah si Empu Nya mau dibikin apa. Jadi kenapa musti takut? Tugas kita cuma menjalani. Jadi ya sekarang, saya lebih ikhlas, jalani rutin pemeriksaan sampai ketahuan hasilnya. Apapun hasilnya ya sudah bukan jadi ketakutan lagi. Tugas saya disini, menjaga makanan supaya penyakit-penyakit lain gak timbul. Mengurangi msg dan makanan yang mengandung pengawet. Bela-belain beli magicom supaya bisa bikin sup sendiri walaupun suka dikata-katain dengan ”ciee diet nih yee dieet..” tapi sebodo deh 🙂

 

Love Life

Lalu, impian menikah di 2012 pun kandas. Di 2013 pun (sampai saat ini) sepertinya belum bisa menuju kesana. Terpukul pasti. Sensi apalagi. Kalau ada yang bercanda nyinggung-nyinggung itu, pasti saya diem. Yang bagi orang lain lucu, bagi saya engga. Bagi orang lain guyon, bagi saya pathetic. Saya bertanya-tanya kenapa, kapan dan mengapa. Apa yang salah, apa yang kurang dan kenapa kita belum sampe-sampe sana juga. Kenapa kita ga kaya yang lain? Kenapa jalannya gak semulus yang lain? Dan kenapa-kenapa lainnya. Setelah membahas ini sama kokoh yang berdampak sehari gak masuk kantor *iye, dramatis amat sih idup nyaa hahahaha*  saya menghibur diri ke toko buku.  Langsung megang novel 4 biji. Tapi kemudian melewati bagian ’Best Seller’ dan mata tertuju kepada buku Dream Book nya Rangga Umara. Si pengusaha Pecel Lele Lela yang terkenal. Entah kenapa, yang 4 buku gak jadi saya beli, yang Dream Book saya beli. Buku itu ternyata membuat ”jdaarrr!!” banget bagi saya. Mungkin dengan cara itu Allah berkomunikasi dengan saya? Mungkin. Berasa dikasih pencerahan. Diantara sekian banyak kutipan buku itu yang ’mengetuk’ hati, ada yang saya pajang jadi pp bbm dengan bunyi seperti ini:

Bebaskan hati dari rasa ingin memiliki, semua hanya titipan, yang paling penting jadilah orang yang pantas untuk dititipi”.

Seakan-akan Allah menjawab pertanyaan dalam doa-doa saya. ”kamu ingin menikah? Tapi apakah kamu sudah pantas untuk menikah? Sudah pantaskah kamu saya titipkan seorang suami seumur hidupmu? Attitude kamu sudah benar? Sudahkah kamu memantasi diri? ”

Ujung-ujungnya memperbaiki diri *sigh. Tapi saya percaya, introspeksi diri itu akan selalu berguna. Intinya memperbaiki diri bukan menyalahkan diri atas ketidaksempurnaan kita atau pasangan. Entah akhirnya saya menikah sama pacar yang sekarang/engga, setidaknya saya jadi pribadi yang lebih baik. Kemudian saya dipaksakan untuk mengerti bahwa jalan orang memang berbeda-beda dan ada semiliyar juta jalan kehidupan. Kalau orang lain sebulan, enam bulan, setahun, dua tahun lalu menikah, tetapi jalan yang saya dapat berbeda. Tidak bisa seperti A,B, C atau si D. Dan belajar ikhlas memang bukan perkara mudah.  Ikhlas menerima bahwa diantara sekian banyak kesamaan, ternyata ada beberapa tujuan dan pemikiran kami yang berbeda. Setidaknya, saya bersykur, mempunyai ’catatan’ perjalanan kami. Disaat keraguan selalu ada akhir-akhir ini, kepada ’cerita-cerita’ itulah saya kembali tersenyum. Kepada apa yang telah kami alami dan lewati selama ini. Kepada harapan-harapan yang tetap bersemayam dan kepada doa yang tetap saya panjatkan. Lalu memasrahkan masa depan kepada Pencipta Semesta. Let’s hang on to what we’ve got.

 

Friendship

Saya punya teman kuliah yang lumayan dekat, karena akhir tahun kuliah kami sering bersama-sama. Biasanya, karena terlalu dekat, cara berantemnya pun kelewat hebat dan itu kejadian sama saya di tahun 2010. Atas suatu sebab, kami berantem sampe no-mention-an di twitter. Karena emosi, kami menjadi seperti abg. Padahal masalahnya sangat sangat sepele. Lantas kami pun memutus tali silahturahmi. Karena ego masing-masing. Selama dua tahun saya tidak pernah berkomunikasi. Mau lebaran kek, mau ada yang mention berjamaah di twitter, saya tetap tidak reply all, begitupun dengan dia. Terlebih, saya seorang ’singa’ yang lahir di bulan Juli dan (mungkin) terkenal gengsi-lebih-gede-daripada-tete 😀 . Saya tetep keukeuh kalo saya gak salah. Dia tetep keukeuh kalo dia pun gak salah. Sampai akhirnya suatu kehilangan terjadi setelah Lebaran. Adik ipar mama. Dengan proses yang begitu cepat karena di vonis leukimia jenis paling ganas, dalam hitungan minggu saja, beliau kembali ke Sang Pencipta. Begitu banyak cita-cita harapan keluarga kecil itu lenyap seketika. Saya merenung. Masih mending kalau Allah mengijinkan kita untuk sakit dahulu sebelum meninggalkan dunia. Masih ada kesempatan untuk bilang sayang sama orangtua dan kerabat dekat. Masih ada kesempatan untuk memohon ampun atas semua kekhilafan. Masih sempat untuk memeluk orang yang kita sayang dan menikmati masa-masa terakhir. Yang terpenting, masih sempat meminta maaf kepada orang tua atau mereka yang secara sengaja atau tidak sengaja tersakiti oleh perbuatan/perkataan kita.

Seminggu setelah Om gak ada, saya kirim email ke teman saya. Sebuah maaf. Entah siapa yang salah, yang jelas kami sudah saling menyakiti dan memutuskan silaturahmi. Entah siapa yang salah, yang jelas bila suatu saat saya diambil oleh yang Maha Punya, saya sudah minta maaf. Gak ada yang tau kan kapan kita akan ’kembali’ ? . Senang rasanya bisa membunuh ego dan gengsi yang kemudia melahirkan rasa lega luar biasa. Walaupun keadaan tidak akan pernah sama lagi, setidaknya kami sudah bermaaf-maafan.

 

Great Mom.

Di saat sedih masalah cinta-cintaan drama kemarin, pengen pas ada dirumah, bukan di kost. Saat itu Cuma bisa bbm-an sama mama. Dan nangis sejadi-jadinya sampe pagi. Waktu itu mama cuma bisa kirim-kirim doa via bbm dan berlanjut kirim imel panjang besok paginya. Di saat yang seharusnya saya yang lebih tabah, mama lebih tegar dan ikhlas. The ’mengharukan’ part was  ”semalam mama solat tahajud, doain buat demblon..” .Saya pernah baca di suatu artikel ”jika satu hari mata Ibu tertutup, maka putuslah sebuah doa yang tulus”. I love you mama. 2012 ini benar-benar membuat saya menyadari, betapa menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Sesedih dan seletih apapun, Ibu tetap berada di barisan paling depan untuk mendukung dan membela orang-orang yang ia cintai.

 

Jadi, demikian secuil cerita 2012 saya.

Let’s embrace every single day because nothing is worth more than this day. Happy new year!

Uncategorized

..Mereka Juga Gak Mulus-Mulus Amat Hidupnya..

Tiga bulan yang lalu, si mamah udah ribet banget dan pengumuman berkali-kali, kalo tanggal 10 desember bakal ada arisan di rumah. Whaattt?? Arisan? iya arisan. Dan.. “semua anak mama harus ada di rumah, bantuin mama karena mama masak sendiri kan.. ” . *gemeteran*

Kenapa gemeteran?

Oke, gini rumusnya Arisan keluarga = Rame + seluruh keluarga dateng + rumpi + pertanyaan ‘kapan nikah’ AKAN EKSIS DI UDARA!

kyaaaaaaaaaaaa!!

Masih sensi soal ‘kapan-kapan’ itu? ya masih lah. Terlebih bulan ini diperjelas, kalau rencana menikah 2013, batal. Jadi, ibarat tete, saya ini adalah tete wanita pas PMS yang kesenggol dikit sakitnya sampe ubun-ubun dan langsung pengen nabok yang nyenggol. Lalu sibuk bilang ke mamah, gak pengen dateng, males di rumah, males jawab pertanyaan horor itu dll.. dll. Dan si Mamah bales bbm “ya udah kalo gak mau dateng, mama ngerti, nanti mama bilang aja kamu dinas ke palembang ya. Mama masak sendiri lho, bakso, capcay, balado udang, ikan pepes, pepes tahu.. dari kemarin juga udah 2 hari gak masuk kan, karena beres-beres rumah. tapi nanti mama minta bantu Fai aja biar kerjanya gak BBM-an terus ya..”

Sampai baca itu, mulai gak tega sama mamah. Aduh, anak macam apa aku ini, egois. Gak mau menghadapi teror dan membiarkan mamah sibuk + cape sendiri?

dan bbm selanjutnya dari mamah adalah patut dijadikan salah satu motto hidup :

“lagian cuekin ajalaah. mereka juga pada gaa mulus-mulus amat perjalanan hidupnya”

Jeng jeng!! Mom you rawk!

Mom Rock

Uncategorized

Dream Book

Kamu punya dream book? Saya punya. Hehe.. tapi lebih ke Dream Note, karena saya buat di Ms.Word.

My Dream Book - details2

Apaan sih Dream Note itu? Dream Note ini ada, setelah saya baca buku The Secret karangan Rhonda Byrne. Buku itu bilang, kalau kita punya keinginan, maka tuliskanlah dan bersikap optimis serta positive thinking akan keinginan kita itu. Dengan berusaha dan berdoa, maka semesta akan menangkap keinginan kita karena adanya hukum tarik menarik. Saya agak-agak bingung bagaimana menceritakan summary dari The Secret tersebut, tetapi waktu itu saya tergerak untuk mencoba. Yang ada dipikiran saya waktu itu, tidak ada salahnya mencoba, toh hanya membutuhkan sedikit tenaga dari tangan-tangan untuk menuliskan. Atau memang sekedar iseng-iseng, kali-kali aja saya lupa sama impian-impian saya.

Lalu mulai menulislah saya pada Dream Note, di Ms.Word yang kemudian saya protect dengan password. Saya ini anaknya pemalu bin minderan, lah malu doong kalo sampe bocor ini Dream Note ;D , belum lagi diantara impian-impian saya yang besar, pasti ada impian yang cetek, yang mungkin orang akan tertawa kejengkang kalo baca Dream Note saya itu.

Waktu itu awal 2008. Masih mengalami masa pertengahan kuliah di sebuah ekstensi perguruan tinggi dan bekerja sebagai babu metropolitan sekretaris di perusahaan jepang. Pacar? Gak punya. Atau lebih tepatnya gak jelas (sana-sini mampir. jalan sana-sini hihi). Ceritanya waktu itu saya masih TTM-an ama pacar yang sekarang. Dalam masa pdkt yang sungguh gak jelas, antara harap-harap-cemas sama malas-harap-harap. Lalu, waktu itu, saya dapet berita dong.. kalo si mas TTM-an ini, lagi ngedeketin pramugari. Jeng-jeng! sakit hatilah saya.. Perasaaan kemarin baru ngasih kado ultah, abis itu langsung deketin pramugari? hahhh? *insert paduan suara film horor*

Sakit hati? jelas. Waktu itu baru aja ditinggal nikah mantan. Lalu si mas PDKT pun ternyata mendua hati. *mba, bahasanya najis amat sih. Lalu saya buka Dream Note, dengan drama sinetron, saya nulis apa coba? “saya bersumpah suatu saat kami akan pacaran. dia pasti balik ke saya” . hahahahaha, kagak ada impian yang lebih heboh lagi apa?? *jebur got

Lantas setelah itu pacaran? nanti dulu.. pokoknya setelah itu, kami hanya berteman. Dia sibuk pdkt sana-sini. Saya pun sibuk jalan dengan yang lain. Walaupun masih suka jalan bareng, kayanya, kecil kemungkinan kita pacaran.

Impian lain: Pindah ke kantor yang bergerak di bidang oil and gas. Waktu itu ya, kalo dipikir-pikir, mana mungkin sih. Jurusan D3 aja gak jelas (walau menyandang nama perguruan tinggi yang cukup ternama). S1 belum lulus. Mana ada perusahaan Oil & Gas yang mau nerima? karena kebanyakan mereka akan nerima yang udah pengalaman di Oil & Gas juga. Pengalaman kerja dari bidang asuransi, mana ada perusahaan oil & gas yang nerima, kalo semua kualifikasi saya pada jaka sembung naik ojek gini. Tapi kata buku The Secret, tulis aja dan yakini.

Sampai akhirnya, Dream Note itu tinggal tulisan belaka yang ngendon di komputer dan berpassword dan gak pernah saya buka-buka sama sekali. Karena lupa dan emang gak inget kalo pernah nulis-nulis tulisan semacam itu.

Lalu, setahun belakangan pas lagi beres-beres kamar, saya nemu buku The Secret di kolong tempat tidur. Bukan disimpen, tapi kaya abis ada yang baca dan jatoh. Bukunya udah berdebu dan banyak rayap. Saya sekedar buka-buka aja, lalu kepikiran, ‘eh, saya kan punya dream note, dimana ya? pengen buka! dan pengen nambahin impian saya yang sudah pada beranak pinak’ . Kemudian saya sibuk search file di komputer sambil mengingat-ingat judulnya. Dua hari baru ketemu. Pas udah ketemu, lupa passwordnya!! Sampai coba berkali kali berbagai kombinasi, tetep gak ketemu sampai akhirnya, malem baru bisa ketemu passwordnya.

Dan saya kembali membaca dream note saya. Lalu?

Lalu tanpa saya sadari, beberapa impian menjadi kenyataan. Saya merasa aneh dan ajaib sendiri. Oh iya ya? dulu saya pernah nulis gini!

Beberapa yang jadi kenyataan salah satunya adalah ; Si mas TTM jadi pacar saya sekarang. Dan saya kerja di perusahaan Oil and Gas sekarang. Waktu itu masih bengong di depan komputer, sekaligus merasa jijik-jijik gimana gitu waktu nulis, si Mas TTM akan jadi pacar saya suatu saat nanti hahahaha aposeeeeee, sinetron!! 😀 . Lalu, bengong pas liat tulisan “saya mau bekerja di perusahaan oil & gas”.

Oh. Jadi beneran??

Pas buka kembali waktu itu saya sempet tambahin, “Ya Allah, pengen deh kalo pacar kerja di bidang energy juga”. Padahal waktu itu, pacar kerja jadi marketing di sebuah perusahaan shipping.  Dan dua bulan yang lalu, si pacar resign dari kantornya. Pindah ke kantor yang bergerak di bidang energy. Semesta memang merespon atas seijin Allah, malah kadang lebih cepat dari yang kita kira 🙂

Kemarin, saya baru beli buku The Magic of Dream Book, karya Angga Umara secara gak sengaja. Impian-impian lain mulai hidup kembali. Tangan mulai tak sabar untuk menuliskan. Rencana mulai bergandengan untuk direalisasikan.  Usaha dan Doa siap dipanjatkan.

Saya ambil gambar sebuah mobil impian yang harganya tak terlalu mahal lalu saya masukkan ke Dream Note. Bedeh.. beli mobil make duit sendiri, kayanya .. kok kok.. susah sih untuk orang yang hobi traveling dan wajib melaksanakan ibadah makan sushi. Tapi, masukkin aja dulu, beli gak kebeli urusan belakangan. Mari berani bermimpi dan wujudkan!

Ttd,

Mendadak Maria Teguhwati.

Uncategorized

(Another) Rejection

Dear diah,

We would like to thank you for applying for the position of xxxxx and expressing interest in xxxxx.

Your application was reviewed carefully and, in this instance, we regret to advise you that we will not be progressing your application further.

We would like to invite you to apply for other positions that are closely aligned with your qualifications and interests as they arise. To access these opportunities through xxxxx’s website go to xxxxxxxx. We encourage you to register for job alerts by creating a Search Agent that will notify you about future opportunities that may be of interest.

Again, thank you for considering xxxxx as a potential employer. We wish you every success with your career.

Sincerely,

xxxxxx Recruitment

 

Okay. That was the second rejection from one of the biggest oil and gas company in the world.

well, i’ll never give up hope. I’ll see you around dear recruitment team!

Sincerely,

your future employee.

Uncategorized

That Kapan Thingy

Kalo di umur segini, belum nikah, emang lumrah pada nyerbu dengan pertanyaan ‘Kapan’.

Ya keluarga (dari yang deket, sampe gak deket, sampe yang ketemu cuman lebaran doang), ya temen SMP (padaha saya juga lupa namanya siapa or saya jarang ngomong pas SMP), ya temen SMA dan yang paling ribet YA TETANGGA.

Saya malah salut ama nyokap, dia sungguh lebih berbesar hati daripada saya.

Jadi ada satu tetangga, orang betawi, mulutnya pengen banget saya cocol cabe orange dikosan saya yang terlanjur kebeli 1kg. Ya gusti, perih amat deh kalo udah denger dia ngomong, dan kalo pas di rumah ada dia (kemarin sih pas nyamperin nyokap mau kondangan), it was such a disaster!

waktu lebaran dia ngomong gini “eeh ada anak gadis, sukanya masih sendiri aja, yang lain udah pada berbuntut disini, ayo kapannn?” *pengen nyeburin ke got saat itu juga * , eh buuu, jangan sotoy ayam kenapa sih. Nanti kalo saya nikah juga situ di undang. Ga usah rewel. Situ mau bayarin resepsi nya? Maaf ya buu, kalo anak ibu cepet nikahnya, ya mungkin jalan saya sama Allah dikasih nya beda? trus bu, ya ibu urus aja deh anak ibu yang udah cerai sama suaminya. THERE I SAY IT!

Intinya, MIND YOUR OWN BUSINESS!!

Ga usah repot ngurusin + ngomenin anak tetangga yang belum nikah, urus aja anak ibu + cucu nya.

Ya mungkin saya diomongin tetangga karena tinggal saya aja yang belum nikah. Ya lumrah deh.. namanya juga gak tinggal di hutan. Tapi pernah gak sih ibu itu (or kalian yang suka nanya ‘KAPAN’) kepikiran, kalo kehidupan kalian juga (pasti) jadi bahan gosipan? emang kalo udah nikah, kehidupan elo langsung beres gitu? hehehe THINK!

Mind your own dirty laundry.

Uncategorized

Tumis Tauge Kelembekan

Semalem baru mengalami kegagalan minor kehidupan,

yaitu masak tauge sampe lembek! Inaang.. apa kata mamak kau nanti -_-

Begini resepnya (takaran kira-kira aje :p ) :

Minyak goreng secukupnya ((ini saya ganti mentega)

Tauge secukupnya untuk dua porsi

Kaldu (saya ganti terasi udang hehehe)

Tahu (saya ganti wortel, supaya lebih sehat *padahal emang lupa beli tahu)

4 buah Cabai orange (biar pedess!)

Garam dan Gula  secukupnya

Irisan tomat

3 Siung bawang putih, iris2

5 siung bawang merah, iris2

Cara nubie: Tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai hingga harus dan tetangga sebelah bersin-bersin. Jika sudah harum dan tetangga sebelah mulai gengges bersin-bersinnya, tambahkan sedikit air.  Masukan irisan tomat dan bumbu lainnya (garam, gula). Kalau mau kasih kode ke pacar minta dinikahin, bisa juga tambahkan garam yang agak lebay (biar hasilnya asin gituh, terus kasih ke pacar sampe pacar nanya ” ih keasinan!” | “iya, aku kan pengen nikah” #modus). Masukkan terasi udang (saya masukin sedikit aja, lalu aduk2). Masukan tauge. Nah dibagian ini niihh.. jangan sampe kematengan tu toge.. toge enaknya masih setengah mateng kan biar rasanya krenyes krenyes dan vitamin nya masih lengkap hehe.. jadi jangan rebus kelamaan ya..

Teruuss.. saking kecewanya karena kematengan, saya lupa foto.. tapi dari segi rasa.. not bad lah dibandingkan masakan pertama saya Soup Kacang Merah yang rasanya wasalam. *cieee muji-muji diri sendiri 😀 , next time yaa akuh foto *teteeup

Uncategorized

Tema Galaw Hari Ini

Barusan temen kasih link ini

http://harumina.co/

OH.MAI.GOD.

Ini lucuuukkk banget.. Gimana gak meleleh?.. Gimana gak jadi pengen banget banget punya anak? .. Gimana gak pengen nikah..? *OKE STOP! sebelum nnt UUC (Ujung-ujungnya-curcol)

Bahwasannya nanti saya punya anak and live happily ever after dengan suwami, pengen punya web kaya gitu. Without word. Only picture tells.

*dan kemudian malaikat-malaikat meng-amin-i…*

Amiinnnn ^ ^ #ngarephabes